Featured

Djarot Ungkapkan untuk Pilih Pemimpin Jangan yang Karbitan, Kapan Majunya Jakarta?

by 16.02
JAKARTA, Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor dua, Djarot Saiful Hidayat meyakini status tersangka terhadap calon gubernur pasangannya, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama tidak akan berpengaruh terhadap pilihan masyarakat. Ia bahkan optimistis bersama Ahok akan mampu memenangi Pemilihan Kepala Daerah 2017.

"Rakyat Jakarta sudah cerdas. Sudah tahu mana yang sudah teruji, sudah terbukti, mana yang masih coba-coba," ujar Djarot di hadapan warga yang hadir di rumah relawan di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 22 November 2016.

Menurut Djarot, dirinya dan Ahok sudah punya program yang jelas dan akan terus dilanjutkan jika nantinya terpilih. Hal itulah yang dinilainya akan bermanfaat bagi kemajuan kota Jakarta ke depannya.
foto: kompas.com
"Pilih pemimpin jangan yang karbitan, pilih yang sudah teruji. Masa pilih yang masih coba-coba. Kapan majunya Jakarta?" ujar Djarot. 

Djarot hadir di Rumah Lembang untuk melayani pengaduan warga. Kedatangannya hari ini untuk menggantikan Ahok yang berhalangan karena harus menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri terkait dugaan kasus penistaan agama.
"Kita harus percaya keadilan akan ditegakkan, kebenaran akan disampaikan," ucap Djarot.

Djarot dan warga yang hadir di Rumah Lembang sempat mengadakan doa bersama yang ditujukan untuk Ahok. Dalam doanya. mereka berharap agar Ahok selalu diberi kekuatan dan ketabahan.(nsr)
(sumbe: kompas.com)

Velove Vexia: Berhijam Ternyata Tidak Membuat Kita Gerah

by 07.03
JAKARTA, Artis cantikVelove Vexia (26) merasakan kedamaia lagi makmur  saat mengenakan hijam. Katanya berjilbab tidak membuatnya gerah,

Oppo Ekspansi Ke Timur Leste

by 21.18
Setelah tiga tahun bergelut dipasaran sartphone, Oppo Indonesia akan ekspansi ke pasar negara Timor Leste.

Fahri Hamzah: Setya Novanto Harus Saya Bela.

by 06.53

JAKARTA, Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR saat ini memjelaskan sebuah pernyataan menyatakan pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR, tdaik tidak berarti menghapus hak Ketum Umum Partai Golongan Karya. 
Diberdayakan oleh Blogger.